Siapa yang Paling Sering Kita Bicarakan?

Daily Devotion, 28 Juni 2026

Saat kita sedang jatuh cinta, wajah orang tersebut selalu terbayang dan namanya hampir tak pernah absen dari obrolan kita, bukan? Apa yang memenuhi hati, pasti akan meluap melalui kata-kata. Hal ini mengingatkan kita pada teladan Rasul Paulus dalam 2 Timotius 1:1: “Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus.” Kerinduan terbesar Paulus adalah menceritakan Kristus. Bagaimana dengan kita hari ini?

Cobalah tengok lini masa media sosial kita, obrolan bersama keluarga, atau saat berkumpul dengan komunitas. Apa yang paling mendominasi? Jika hari-hari kita lebih banyak diisi dengan memamerkan diri, harta, hobi, atau bahkan mengeluhkan orang yang kita benci, mungkin hati kita sedang tertambat pada dunia. Padahal, fokus keinginan kita mencerminkan siapa Tuhan kita yang sesungguhnya. Mari kita jadikan Kristus sebagai pusat dari seluruh narasi hidup kita, sehingga ke mana pun kita pergi, kebaikan dan janji hidup-Nya sajalah yang memancar keluar dari diri kita.

Refleksi Hidup
Mari sejenak mengambil waktu untuk merenung: apakah ucapan dan tindakan kita sehari-hari sudah menunjukkan bahwa Kristus benar-benar hidup di dalam kita? Rasul Paulus mengingatkan dalam 2 Korintus 4:5:Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan…” Mengasihi Tuhan berarti kita siap mengesampingkan ego dan popularitas diri demi meninggikan nama-Nya.

Aplikasi praktisnya bisa kita mulai dari hal sederhana hari ini: gantilah keluhan dengan ucapan syukur di media sosial, dan tunjukkan kepedulian nyata kepada orang di sekitar kita. Ingatlah, gaya hidup kita adalah khotbah terbaik bagi sesama. 1 Yohanes 2:6 menegaskan, “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” Kristus adalah kasih, maka bukti nyata kita mengasihi-Nya adalah dengan hidup taat, suka menolong, dan mudah mengampuni. Firman Tuhan mengingatkan dengan tegas dalam 1 Yohanes 4:20 bahwa tidak mungkin kita mengasihi Allah yang tidak terlihat jika kita masih membenci saudara yang terlihat. Yuk, kita selaraskan kembali ucapan dan perilaku kita agar mencerminkan kasih Tuhan.

Doa
Tuhan Yesus, selidiki hatiku hari ini. Ampuni jika aku masih sering memegahkan diri sendiri dan lebih sibuk membicarakan hal-hal duniawi. Roh Kudus, penuhilah hatiku dengan kasih-Mu yang melimpah, agar setiap perkataan, tindakan, dan seluruh kehidupanku hanya memberitakan tentang keagungan-Mu. Amin.

Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra

Leave a Comment