Lebih dari Sekadar Bibir yang Berseru

Daily Devotion, 21 Juni 2026

Pernahkah Anda menelepon seorang sahabat saat membutuhkan bantuan, tetapi langsung mengabaikannya ketika ia gantian meminta pertolongan? Rasanya pasti sangat menyedihkan. Sering kali, tanpa sadar relasi kita dengan Tuhan berjalan seperti itu. Kita begitu fasih berseru memanggil nama-Nya saat badai hidup datang melanda, namun mendadak enggan berjalan dalam ketaatan saat Dia memberikan perintah.

Yesus sendiri pernah melayangkan sebuah pertanyaan yang sangat menyentuh hati dalam Lukas 6:46:
Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?

Hubungan yang indah dengan Tuhan tidak dibangun di atas kata-kata manis belaka, melainkan di atas fondasi ketaatan yang tulus. Ketika kita belajar menyelaraskan hati dengan kehendak-Nya, iman kita tidak lagi menjadi sebuah rutinitas yang kosong, melainkan berubah menjadi sebuah pelukan kasih yang menguatkan kita di setiap musim kehidupan.

Refleksi Hidup
Mari kita ambil momen sejenak untuk melihat ke dalam hati kita masing-masing. Apakah ucapan, sikap, dan tindakan kita sehari-hari sudah mencerminkan kesetiaan serta kasih kepada-Nya? Ataukah kita sebenarnya sedang memelihara iman yang pasif?

Firman Tuhan dalam Yakobus 2:17 mengingatkan kita dengan lembut namun tegas bahwa “jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” Tanpa adanya ketaatan yang nyata, hidup kita akan menjadi sangat rapuh, persis seperti seseorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar yang kuat ketika banjir datang melanda (Lukas 6:49).

Langkah praktisnya bisa kita mulai dari hal-hal kecil hari ini. Ketika Firman Tuhan meminta kita untuk mengampuni, bersikap jujur, atau mengasihi sesama, mari lakukan itu dengan hati yang rela. Ingatlah janji indah-Nya dalam Yohanes 14:21 bahwa setiap orang yang memegang dan melakukan perintah-Nya adalah orang yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, dan ia akan dikasihi oleh Bapa.

Doa
Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena Engkau selalu mengasihi dan menerimaku apa adanya. Hari ini, aku menyerahkan seluruh hati dan jalannya hidupku ke dalam tangan-Mu. Ampuni aku jika selama ini imanku baru sebatas ucapan di bibir semata. Ya Roh Kudus, penuhilah hatiku dan tuntunlah setiap langkahku agar aku dimampukan untuk hidup selaras dengan Firman-Mu. Berikanlah aku hati yang lembut dan taat agar seluruh hidupku senantiasa menyenangkan-Mu. Amin.

Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra

Leave a Comment