Pindah Alamat ke Rumah Bapa

Daily Devotion, 6 Juni 2026

Pernahkah Anda melihat embun pagi yang menguap dalam sekejap? Begitulah Alkitab menggambarkan singkatnya hidup kita. Sayangnya, kita sering hidup seperti orang kaya yang bodoh—sibuk menimbun harta fana dan berpikir seolah punya waktu selamanya.

Firman Tuhan dalam Pengkhotbah 7:2 mengingatkan kita, “Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.” Berada di rumah duka adalah pengingat bagi jiwa kita yang masih bernapas untuk mengevaluasi diri. Bagi orang percaya yang taat, maut bukanlah akhir yang menakutkan, melainkan momen “pindah alamat” menuju tempat tinggal kekal yang aman, yang sudah Yesus sediakan di rumah Bapa (Yohanes 14:2). Kebenaran ini seharusnya mendorong kita untuk tidak menyia-nyiakan waktu, melainkan hidup sungguh-sungguh demi menyenangkan hati-Nya.

Refleksi Hidup
Mari merenung sejenak: Jika hari ini adalah hari terakhir kita di bumi, apakah perkataan, sikap, dan tindakan kita sudah beres di hadapan-Nya? Ataukah kita masih memelihara kesombongan duniawi dan menyimpan kepahitan?

Langkah praktisnya, mari kita pastikan hidup kita berakar pada pertobatan sejati setiap hari. Yesus menegaskan dalam Matius 7:21, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” Mari belajar mengampuni dan mengasihi sesama dengan tulus, sebab siapa yang tidak mengasihi, ia tetap tinggal di dalam maut (1 Yohanes 3:14). Mulai hari ini, izinkan Roh Kudus memimpin setiap keinginan kita agar hidup kita tidak lagi diperhamba oleh dunia. Hiduplah seakan tidak ada hari esok, dengan fokus menjadi pelaku firman-Nya yang setia.

Doa
Tuhan Yesus, terima kasih sudah mengingatkanku akan singkatnya hidup di dunia ini. Ampuni aku jika selama ini aku terlalu terikat pada kenyamanan materi dan melupakan kesiapan jiwaku. Ya Roh Kudus, lembutkan hatiku untuk selalu mengampuni, pimpinlah aku dalam pertobatan yang sungguh-sungguh, dan mampukan aku untuk terus menghidupi kebenaran firman-Mu sampai akhir. Amin.

Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra

Leave a Comment