Daily Devotion, 22 Mei 2026
Pernahkah Anda melihat seorang pengrajin tanah liat bekerja? Di tangannya, segumpal tanah yang kotor dan tak berbentuk perlahan berubah menjadi sebuah bejana yang cantik dan berguna.
Begitulah gambaran hidup kita di hadapan Tuhan. Dahulu, mungkin kita merasa hidup kita sia-sia, penuh noda, dan tidak berharga—seperti sampah yang layak dibuang. Namun, kasih karunia Allah mengubah segalanya. Firman Tuhan dalam 1 Petrus 2:10 berkata: “Kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihkan.”
Bayangkan, kita yang seharusnya binasa karena dosa, justru ditebus lunas dengan darah Kristus yang sangat mahal. Tuhan tidak membuang kita; sebaliknya, Ia memungut kita, membersihkan kita, dan membentuk kita kembali. Meski proses “pembentukan” itu sering kali terasa sakit melalui teguran atau didikan, ketahuilah bahwa itu adalah cara Tuhan menjadikan kita bejana yang mulia. Kini, kita bukan lagi sampah dunia, melainkan saksi-saksi Kristus yang berharga. Tuhan ingin sisa hidup kita tidak lagi terbuang sia-sia, melainkan memancarkan terang-Nya kepada orang-orang di sekitar kita.
Refleksi Hidup
Mari kita merenung sejenak: Jika Tuhan sudah membayar harga yang begitu mahal untuk hidup kita, sudahkah sikap dan perbuatan kita mencerminkan nilai seorang “anak Raja”? Apakah kita masih sering menyimpan kepahitan, kejujuran yang luntur, atau hidup dalam cara-cara lama yang sia-sia? Ingatlah, “Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!” (1 Korintus 6:20).
Mari kita berkomitmen untuk mempersembahkan yang terbaik dalam setiap pekerjaan dan pelayanan kita. Apapun yang kita lakukan, lakukanlah dengan segenap hati seperti untuk Tuhan (Kolose 3:23). Jangan biarkan sisa waktu kita menguap tanpa makna. Jadilah “penjala manusia” melalui kebaikan dan integritas Anda, sehingga orang lain dapat melihat “terangmu bercahaya… dan memuliakan Bapamu yang di sorga” (Matius 5:16).
Doa
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau tidak membuangku saat aku masih menjadi “sampah” yang penuh dosa. Terima kasih telah menebusku dan membentukku menjadi bejana-Mu. Tuhan, kuasailah hatiku dengan Roh Kudus-Mu agar aku mampu hidup kudus dan setia. Pakailah sisa hidupku agar setiap ucapan dan tindakanku menjadi berkat bagi sesama dan memuliakan nama-Mu. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: Andra
