Daily Devotion, 28 April 2026
“Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: ‘Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”
(Markus 2:17 )
Pernahkah Anda membayangkan sebuah rumah sakit yang menolak pasien hanya karena orang tersebut terlalu sakit atau memiliki luka yang mengerikan? Terdengar aneh, bukan? Sejatinya, rumah sakit ada justru untuk mereka yang membutuhkan kesembuhan. Demikian pula dengan kehadiran Yesus di dunia. Melalui ayat di atas, Yesus dengan tegas menyatakan bahwa misi utama-Nya adalah mencari dan memulihkan mereka yang dianggap “sakit” oleh dosa.
Namun, sering kali muncul ironi dalam kehidupan kita sebagai pengikut Kristus. Kadang kita lebih nyaman berada di dalam “zona suci” dan enggan berinteraksi dengan orang-orang yang hidupnya berantakan. Kita cenderung mendiskriminasi pendosa tertentu atau hanya mau menolong mereka yang memberikan keuntungan bagi kita. Padahal, Yakobus 2:1 mengingatkan kita agar jangan mengamalkan iman kita kepada Tuhan Yesus dengan memandang muka.
Gereja dan hidup kita seharusnya menjadi “klinik rohani”, sebuah tempat di mana orang-orang yang terhilang merasa diterima untuk dipulihkan, bukan tempat berkumpulnya orang-orang yang merasa paling suci. Ingatlah misi Kristus yang tertulis dalam Lukas 19:10: “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Tugas kita bukanlah menjadi hakim yang menghukum, melainkan menjadi penunjuk jalan menuju pertobatan.
Refleksi Hidup
Mari kita merenung sejenak: Apakah tindakan dan tutur kata kita selama ini mencerminkan kasih Kristus bagi mereka yang lemah, ataukah kita justru menjadi penghalang bagi orang lain untuk mengenal Tuhan karena sikap menghakimi kita? Kita dipanggil untuk membenci dosanya, tetapi tetap mengasihi orangnya dengan penuh belas kasihan.
Tuhan tidak mencari orang yang merasa benar, tetapi Ia mencari pendosa yang mau membuka hati untuk bertobat. Sebagai anak-anak Allah, visi hidup kita adalah menjadi penolong bagi jiwa-jiwa yang haus akan perubahan, agar mereka tidak binasa melainkan beroleh keselamatan.
Doa
Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah datang mencari dan menyelamatkan kami yang berdosa ini. Ampunilah kami jika selama ini kami sering menghakimi dan memandang rendah sesama kami. Karuniakanlah kami hati yang penuh belas kasih agar kami mampu menjadi saluran berkat bagi mereka yang rindu untuk bertobat. Pimpinlah langkah kami melalui Roh Kudus-Mu, supaya hidup kami dapat menuntun banyak orang kembali kepada-Mu. Amin.
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: SOG Ministry
