Daily Devotion, 14 April 2026
Janji di Balik Tangan yang Terbuka.
Pernahkah Anda merasa tergerak untuk menolong seseorang, tetapi kemudian membatin, “Nanti saja deh kalau saya sudah lebih sukses,” atau “Besok saja kalau ada waktu luang”? Firman Tuhan dalam Amsal 3:27-28 mengingatkan kita dengan sangat jelas: jangan menahan kebaikan dari orang yang berhak menerimanya jika kita mampu melakukannya saat itu juga. Jangan katakan “kembalilah besok” jika saat ini kita bisa membantu.
Tuhan tidak pernah meminta kita memberi tanpa alasan. Dia adalah Allah yang murah hati, dan Dia menjanjikan berkat bagi mereka yang tangan-Nya terbuka. Dalam Amsal 11:25, dikatakan bahwa orang yang memberi akan diberi kembali. Bahkan, janji Tuhan sangat nyata: orang yang memberi tidak akan kekurangan (Amsal 28:27) dan hidupnya akan terus diberkati (Amsal 22:9). Lebih dari sekadar bantuan sosial, perbuatan baik kita adalah “korban yang berkenan kepada Allah” (Ibrani 13:16). Saat kita mengulurkan tangan, kita sedang memberikan persembahan yang menyenangkan hati-Nya.
Refleksi Hidup:
Sering kali kita berpikir bahwa dosa hanyalah saat kita melakukan kejahatan besar. Namun, Yakobus 4:17 memberikan peringatan yang menggetarkan: jika seseorang tahu bagaimana berbuat baik tetapi tidak melakukannya, ia berdosa. Kita bisa belajar dari kisah Imam dan orang Lewi yang melewati orang yang terluka tanpa menolong, atau orang kaya yang mengabaikan Lazarus di depan pintunya. Mereka kehilangan kesempatan untuk memuliakan Tuhan karena hati yang tertutup.
Namun, berbuat baik juga butuh hikmat. Alkitab mengingatkan kita untuk tidak mendukung kemalasan (2 Tesalonika 3:10-11) atau membiarkan bantuan kita digunakan untuk hal-hal yang jahat (Efesus 5:11). Tuhan melihat kerelaan hati kita, bukan besar nominalnya. Berikanlah sesuai kemampuanmu, bukan karena paksaan (2 Korintus 8:12, 9:7), persis seperti murid-murid Yesus yang memberi bantuan sesuai kemampuan masing-masing (Kisah Para Rasul 11:29).
Selama matahari masih terbit dan kesempatan masih ada, janganlah jemu-jemu berbuat baik (Galatia 6:10). Kebaikan yang kita lakukan dengan tulus—sekecil apa pun itu—adalah jejak kasih Tuhan yang nyata di dunia ini.
Doa
“Tuhan Yesus yang baik, terima kasih karena Engkau telah lebih dulu melimpahi hidup kami dengan kasih dan kebaikan. Berikanlah kami hati yang peka untuk melihat kebutuhan sesama dan keberanian untuk menolong tanpa menunda-nunda. Jauhkan kami dari rasa egois dan ajarilah kami untuk memberi dengan sukacita sesuai dengan kemampuan yang Engkau titipkan. Kami bersyukur untuk setiap kesempatan menjadi saluran berkat-Mu. Amin.”
Oleh: Pdt. Agustinus Ferry Sutanto, M.Th
Editor: SOG Ministry
